Kepada Al-Ghari
Zamihan b Mat Zin
Ammaba'du
Saya memerhatikan segala pengakuan/penulisan kamu bahwa sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang teguh
mempertahan Aqidah pada puak kamu dengan pengakuan bahwa kamu adalah orang-orang
yang benar dan berada dijalan yang lurus,dengan menggelarkan kumpulan kamu sebagai Ahlul Sunnah Wal Jamaah,dan kamu telah mengatakan bahwa selain kamu adalah dalam
kesesatan.Bagaimana kamu mendakwa, sedangkan fakta-fakta sejarah dan hadis-hadis sohih pada sisi kamu menunjukkan sebaliknya.Kita perrrrrrrhatikan,dalam ASWJ mengenal beberapa sumber hukum selain Al-Quran dan Sunnah,Yaitu,Sunnah Khulafa
al-Rasyidin,Sunnah Sahabat,Sunnah Tabi'in,Sunnah Pemerintah,Qias,Istihsan,Ijma,dan Sadd al-Dzara'i.ASWJ menjadikan Sunnah Khulafa al-Rasyidin sebagai dasar sumber
hukum dengan berdasarkan pada hadis Nabi saww,"Hendaklah kalian berpegang teguh pada
Sunnah-Ku dan Sunnah Khulafa al-Rasyidin setelahku," Walaupun hadis ini sohih tetapi ulama ASWJ telah salah menafsir/mengertikan makna Sunnah Khulafa al-Rasyidin pada
hadis tersebut. Dalam riwayat lain,Bhukhari menyebut sebuah hadis yang menjelaskan makna Sunnah Khulafa al-Rasyidin pada hadis tersebut,"Para Khalifah setelahku
berjumlah 12 dan semuanya berasal dari Quraisy,".Hadis ini menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan sunnah Khulafa al-Rasyidin adalah Imam-Imam Ahlul Bait dan bukan
Khalifah-Khalifah(pemerintah) dan raja-raja yang merebut jawatan Khalifah.(dikesempatan lain kami huraikan sunnah yg berikutnya insyaAllah) dalam penetapan
masalah-masalah hukum kecuali hal-hal yang baru,Syiah Imamiah mendasarkan pada
Rasullullah saww melalui saluran dua belas Imam Ahlul Bait yang suci.Dengan demikian
pada hakikatnya hanya ada dua sumber hukum dalam Syiah Imamiah yaitu Al-Quran dan
Sunnah Rasul saww sebagaimana pendapat para pemimpin dan ulama-ulamanya. Sejak dulu,di masa masih hidupnya para Imam suci kalangan Syiah Imamiah tidak pernah mengenal Ijtihad dalam agama.Ketika Imam Ali as terpilih menjadi Khalifah dan dimintanya untuk mengikuti sunnah Abu Bakar dan Umar,ia menjawab ."Saya tidak akan
berhukum kecual pada kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya."Demikian pula ungkapan-ungkapan lainnya dari para Imam Ahlul Bait seperti pernyataan Imam Baqir as,"Kalau kami memberitahu kalian dengan pendapat kami sendiri tentulah telah sesat yang ikut
orang-orang sebelum kami."Perhatikan juga kata-kata Imam Ja'far al-Shadiq as,"Demi
Allah aku tidak akan berkata menurut hawa nafsuku atau berfatwa menurut pendapatku.Ketahuilah oleh kalian bahwa semua yang aku katakan adalah berasal dari
Rasul saww dan bukan dari diriku,". Ungkapan para Imam suci tersebut menunjukkan
secara jelas bahwa Syiah Imamiah tidak pernah menempuh Ijtihad,Qias maupun Istihsan dalam penetapan sumber-sumber hukumnya.Mereka hanya berpegang teguh pada Al-Quran
dan Sunnah sebagaimana diajarkan Rasul saww kepada para Imam 12. Ketika membicarakan
sumber-sumber hukum dalam Syiah Imamiah Ayatullah Muhammad Baqir Sadr sendiri
mengatakan,"Penting untuk diketahui bahwa dalam penetapan suatu hukum kami mendasarkannya kepada Al-Quran dan Sunnah Nabi saww melalui jalur periwayatan para Imam yang suci."Adapun Qias dan Ishtisan,kami tidak menggunakannya sebagai sandaran
dalam sesuatu hukum." Disamping penolakan terhadap Qias dan Ishtisan,kalangan Syiah Imamiah juga menolak penggunaan dalil Aqli dan Ijma.Dalil Aqli sebenarnya tidak lain
adalah ketetapan yang ditetapkan oleh Al-Quran dan Sunnah pada saat itu.Adapun Ijma
hanya dipergunakan untuk menetapkan suatu hukum pada keadaan-keadaan tertentu dan
bukanlah sebagai sumber hukum seperti Al-Quran dan Sunnah. Dengan keterangan-keterangan di atas jelaslah bahwa yang sebenar-benar berpegang pada Al-Quran dan Sunnah adalah Syiah Imamiah,dan pengakuan ASWJ hanyalah suatu dakwaan tak berasas/retorik ,ianya hanyalah sekadar untuk kepentingan orang-orang yang hati telah
terpaut pada dunia yang merupakan punca kepada segala kerosakan."Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada dibumi sebagai perhiasan baginya,agar Kami menguji
mereka,siapakah diantara mereka yang terbaik perbuatannya,"qs18.7
Isnin, 13 Julai 2009
2)Menyusuri Kebenaran melalui Ulamak yang Haq
Kepada Al-Ghari
Zamihan b Mat Zin
Ammaba'du
"Kenalilah kebenaran (Haq) maka kamu akan mengetahui siapa orangnya," Bagai mana kamu memperhatikan ulamak yang haq jika kamu tidak mengetahui yang Haq,ketika itu apa saja kebatilan akan menjadi haq jika ulamak yang bersama pemerintah mengeluarkan hukum dan fatwa demi untuk menyelamatkan kedudukan mereka, apa yang kita harapkan dari mereka dalam situasi begini," Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan itu.(At-Taubah.9)"Dan (kelompok lain dari orang-orang munafik itu) adalah orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudaratan (bagi orang-orang mukmin), untuk (memperkokoh) kekafiran, untuk memecah belah antara orang-orang mukmin, dan sebagai tempat perlindungan bagi orang-orang yang telah memerangi Allah dan rasul-Nya sejak dahulu. Mereka bersumpah, “Kami tidak menghendaki selain kebaikan (dan berkhidmat).” Tapi Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta.QS .9.107
wahai sahabat "Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu menjadi tercela dan menyesal,"Al-Isra' 29
Langgan:
Catatan (Atom)